Dalam sepuluh detik, ada ribuan Iblis yang terbunuh serta mengalami luka-luka. Bagi Iblis berkekuatan tinggi, mereka hanya mengalami luka-luka kecil, adapun penghuni Neraka tingkat rendah, korbannya sangat mencengangkan!
Sambil mempertahankan dirinya dengan perisai, Mephisto yang melihat rumahnya tiba-tiba diserang tanpa alasan langsung murka!
"Bajingan mana yang berani menyerang kita?! Jika kamu berani, tunjukkan sosokmu dan jangan bermain trik!"
"Bah! Serangan tadi lumayang menyakitkan. Bajingan mana yang ingin mati ini?!" Baal yang kesal berteriak sambil mengeluarkan kedua kapak besar dengan rune sihir.
"Penyerang bajingan!" Tanah yang diinjak Diablo bergetar hebat berkat kemarahannya.
Tiga penguasa Neraka sama-sama melihat ke arah Portal yang melayang di langit. Di sana mereka melihat seorang pria paruh baya berjanggut yang sedang menertawakan mereka.
Nyatanya, Thomas meraung layaknya orang gila, bukannya tertawa. Meskipun begitu, bagi ketiga penguasa Nerkata tersebut, raungan lawan seperti provokasi serta tawa arogan!
"Pria itu berasal dari Bumi! Terakhir kali bawahanku melaporkan bahwa pria ini juga yang menghadapi penyerbuan kita sebelumnya." Diablo mencoba mengigat tampang pria itu, dan benar saja, dia masih mengingatnya!
"Hmph, Bumi sialan! Sepertinya orang-orang di sana telah melupakan kengerian kita. Saudara-saudaraku, kita perlu menghubungi penyembah kita di Bumi, suruh mereka untuk berurusan dengan pria tercela ini!" Kata Mephisto dengan galak.
Sial, dulu merekalah yang menyerang Bumi, tapi kini justru mereka yang diserang. Hal ini benar-benar tidak dapat dimaafkan!
Tepat ketika ketiga penguasa Neraka itu hendak menyerang lawan, tiba-tiba Portal tersebut menghilang.
"Penyihir sialan, aku akan mencabik-cabikmu!" Raungan keras terdengar dari kedalaman Neraka.
Kembali ke Bumi, Yves mulai terengah-engah. Konsumsi sihir ini terlalu besar!
Mengeluarkan minuman serta cemilan energi, Yves minum serta makan untuk memulihkan kekuatannya. Proses pemulihan ini dipercepat beberapa kali oleh sinar matahari yang tubuhnya serap setiap saat.
"Pak tua, trik apa lagi yang kamu miliki?"
"I-ini... Tidak mungkin! Mengapa kamu belum mati?! Tidak, ini pasti ilusi, pasti ilusi!" Thomas meraung sambil buru-buru mengeluarkan gulungan Sihir berwarna emas tua sekali lagi.
Setelah aktivasi, Sihir Super itu langsung dilemparkan ke arah Yves.
Awan gelap secara tiba-tiba menutupi langit. Suara guntur yang menggelegar langsung memenuhi langit, adegan ini sangat menakutkan, layaknya akhir dunia!
Sinar matahari tipis yang menembus awan gelap itu menyinari sosok Yves. Saat ini, sosoknya terlihat seperti seorang Pahlawan maskulin yang hebat.
*Kablam!*
Suara guntur yang keras terdengar. Guntur setebal lima meter membombardir tubuh Yves dengan kecepatan yang membutakan mata.
Menghadapi serangan ini, Yves tidak lagi ingin membuka Dimensi Neraka karena konsumsi energi yang berlebihan.
Memusatkan pikirannya, sebuah Portal baru tiba-tiba menteleportasi Yves keluar dari Bumi menuju sebuah Dunia yang dikelilingi oleh es dan salju.
Guntur setebal lima meter itu juga ikut masuk ke dalam Portal, ledakannya menggoncangkan langit-langit Dunia Es.
Seorang wanita berambut hijau tua dengan pakaian ketat berjubah menatap ke arah Portal yang tiba-tiba muncul dengan tatapan curiga.
Yves yang baru saja lolos dari sambaran guntur tersebut langsung menghela nafas lega. Tapi kemudian, dia melihat seorang wanita dengan aura kuat yang tiba-tiba muncul di sampingnya.
Melihat pakaian aneh yang dikenakan oleh wanita itu, Yves akhirnya mengingat siapa sebenarnya wanita ini!
Benar, dia adalah Dewi Hela yang pernah dia temui dalam perjalanan spiritualnya.
"Hela?"
Hela menatap pria yang nampaknya familiar itu dengan curiga. Jika dipikir baik-baik, bukankah pria inilah yang datang terakhir kali?
Dalam benak Yves tiba-tiba muncul sebuah ide yang sangat beresiko. Berdiri, dia langsung memeluk Hela dan menciumnya!
Ciuman Prancis ini sangat enak, parfum hela juga terasa harum dan manis...
"Hela, jangan khawatir, aku akan segera menyelamatkanmu. Tunggu saja aku, dan nanti aku akan menjadikanmu istriku!"
Sebelum pihak lain dapat bereaksi, Yves telah pergi menggunakan sapu ajaib dan menghilang melalui portal.
Selama beberapa detik, Hela merasa linglung. Saat dia kembali sadar, dia langsung menggeram marah.
Brengsek itu! Dia mencuri ciuman pertamanya!
Tidak ada seorang-pun di alam semesta ini yang dapat memperlakukannya seperti ini tanpa menerima konsekuensi!
"Sialan!" Tanah yang Hela injak langsung retak. Adegan seperti kiamat lainnya terjadi!
Entah berapa lama waktu berlalu, Dunia Es akhirnya kembali tenang.
Menyentuh wajahnya, Hela merasakan pipinya yang panas.
Odin yang sedang mengadakan pesta dengan putranya di Asgard tiba-tiba memandang ke arah kejauhan. Dalam hati, dia keheranan mengapa segel yang dia pasang di Niffleheim tiba-tiba kendur.
Sepertinya ada portal yang dibuka di sana. Meskipun portal itu segera menghilang, tapi dia tetap menyadarinya!
Ketika melihat ke Niffleheim, Odin dibuat tercengang ketika melihat putri sulungnya merona. Dewi Kematian Hela bisa merona? Odin langsung menyemprotkan birnya ke wajah Thor.
"Ayah, apa yang kamu lakukan?! Apakah kamu minum terlalu banyak? Jika tidak kuat, maka jangan minum banyak-banyak!"
Dewa Guntur, Thor, berteriak tak puas. Jika orang lain menghinanya seperti ini, dia akan memukuli orang itu dua kali sebelum mengajukan pertanyaan. Tapi jika orang itu Ayahnya sendiri, dia tidak berani.
"Thor, jangan berkata seperti itu. Mungkin Ayah sedang memikirkan sesuatu yang membahagiakan... Pfft, hahaha!" Loki yang mencoba menahan tawanya akhirnya tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perutnya.
"Oke, Loki, jangan menertawakan saudaramu seperti itu. Segera bersikan. Ayahmu memang terkadang seperti ini." Di sisi lain meja duduk seorang wanita cantik paruh baya yang anggun.
Wanita itu adalah wanita yang sangat dihormati oleh Thor dan loki, Frigga, sang ratu Asgard!
Accesss 230 extra chapters here: patréon.com/mizuki77
