Ficool

Chapter 381 - Bab 380

Efek serangan itu, itu adalah efek yang sangat dia inginkan!

Jelas sekali monster-monster itu bukan belut listrik, tapi mereka mampu mereplikasi efek yang sama! Jika memungkinkan, Eddie sangat ingin memeriksa informasi penelitian mereka.

"Apakah itu salamander mutan?" Eddie bergumam pelan, kemudian menembak monster berwarna merah itu.

Peluru Desert Eagle mengenai sasarannya dengan tepat dan langsung mencabik-cabik monster itu.

Nampaknya pertahanan monster Albinoid itu tidak terlalu kuat, bisa dikatakan monster yang gagal.

Eddie tak lagi tertarik dengan monster Albinoid itu. Dia tidak menyukai wujud tanpa kepalanya, sangat menjijikkan.

Lompat kiri, lompat kanan, Eddie menggunakan kekuatan fisiknya untuk naik ke atas tebing setinggi dua puluh meter itu dengan mudah.

Normalnya, dia perlu mencari tangga, memecahkan teka-teki, melawan zombie, dan melakukan hal-hal lain untuk dapat naik ke atas bukit. Tapi mengapa dia harus jika ada cara yang lebih mudah? Toh dia bukan Chris yang sangat suka memecahkan teka-teki dan pergi ke sana kemari demi memasuki area baru.

"Lisa, periksa lokasi lab." Berdiri di tengah hujan, Eddie memandangi pulau dengan cahaya remang-remang itu.

Lisa mengangguk, sedetik kemudian, gelombang ultrasonik terwujud dan menyebar luas ke seluruh arah. Gelombang itu adalah alat deteksi seperti sonar. Dengan kemampuan ini Lisa dapat mendeteksi apa-apa yang masuk dalam gelombang ultrasonik tersebut.

"Laboratorium ada di belakang, di sana ada sebuah gedung yang harus kita lewati. Aku tidak tahu apa itu, tapi yang jelas terdapat banyak musuh kuat." Lisa menunjuk ke kejauhan.

"Mari kita pergi, jangan buang waktu di sini." Eddie segera berlari memimpin setelah mengetahui lokasinya.

Sepanjang jalan, Eddie, Lisa dan Jessica menghancurkan lawan-lawan mereka. Sejujurnya melihat zombie yang dibantai oleh mereka entah mengapa terlihat sedikit menyedihkan, zombie yang harusnya menjadi pemangsa, sekarang malah jadi karung tinju.

Setelah ketiganya melompati gerbang besi, mereka bertemu dengan karyawan Umbrella yang berlarian. Mereka nampaknya ingin menyelamatkan diri, ketika salah satu dari mereka melihat kedatangan pria asing, dia langsung berteriak.

"Tolong, tolong selamatkan ki-" Sebelum pria itu menyelesaikan perkataannya, telapak tangan tebal meraih kepalanya dari belakang.

Monster yang meraih kepala korban tadi tak lain adalah Bandersnatch, monster berlengan satu yang terlihat tak sedap dipandang.

Meremas kepala korban itu, Monster itu berhasil membunuh korbannya hanya dengan satu gerakan sambil meraung marah, seolah-olah ingin menunjukkan kekuatannya yang hebat kepada ketiga lawan yang ada di depannya.

Melompat tinggi, monster itu meraih pegangan dengan satu tangannya yang super besar dan panjang. Berayun ke sana kemari seperti hewan tak terkontrol.

"Tinggalkan satu untukku. Sisanya bisa kalian bantai." Eddie mencibir.

"Jika anda ingin, saya dapat membantu anda meringankan efek samping setelah semua ini selesai. Annette telah mengajari saya sesuatu, dia bilang trik ini dapat digunakan untuk membantu anda."

"Terima kasih." Eddie tersenyum lembut.

*Swoosh!*

Bandersnatch berlengan satu itu mengulurkan tangannya, ingin meraih kepala Eddie.

Eddie segera mengelak lalu meraih lengan yang dibangga-banggakan oleh lawan, setelah itu dia menarik lengan itu secara paksa sampai copot dari soketnya!

"Graaah!!!"

Monster itu berteriak kesakitan, tapi teriakan itu tidak berlangsung lama karena kepalanya dihantam oleh tangannya sendiri!

"Che, sungguh lemah." Melemparkan lengan itu, Eddie meludah.

Access 285 extra chapters here: patréon.com/mizuki77

More Chapters